SLB A PAYAKUMBUH BERDIRI PADA TANGGAL 25 NOVEMBER 1976 DIBAWAH NAUNGAN YAYASAN PEMBINA PENDIDIKAN LUAR BIASA KABUPATEN LIMA PULUH KOTA
Pencetus pendirian yayasan ini adalah ibu Ratna Sari Hairun Zain (istri Gubernur Sumatra Barat saat itu), yang melihat begitu banyak anak-anak yang mengalami hambatan penglihatan. Beliau memninta kepada ibu Burhanuddin Putih (istri Bupati 50 kota) agar menyelenggarakan sebuah Sekolah Liar Biasa (SLB) khusus anak tunanetra, yang mana anak tersebut tinggal di panti dengan fasilitas yang diberikan yayasan berupa tempat tinggal, makan, kesehatan dan pembinaan keagamaan.
Dengan dukungan penuh dan bantuan penuh dari Bupati Lima Puluh Kota (Let Kol Burhanudin Putih) dan Walikota Payakumbuh (Drs. Sutan Usman), maka dihibahkan sebuah gedung sekolah yang terbengkalai yang terdiri dari bangunan semi dan peralatan sekolah disumbangkan oleh Bupati 50 Kota. Semenjak itu dimulailah perjuangan mencari murid-murid ke pelosok desa.
Awal pendirian Yayasan Pembina Pendidikan Luar Biasa Kab Limapuluh Kota, mempunyai susunan pengurus sebagai berikut:
| Ketua | Ny. Burhanudin Putih |
| Wakil Ketua | Ny. Sutan Usman |
| Sekretaris | Ny. Nang Chaidir |
| Bendahara | Ny. Dr. Asnita Rasjid |
| Anggota | Bapak Bermawi |
PROFIL SEKOLAH
| Nama | SLB A Payakumbuh |
| NPSN | 69867923 |
| NSS | 282086502001 |
| Alamat | Jl. Soekarno Hatta no 288 Kelurahan Pakan Sinayan Kecamatan Payakumbuh Barat Kota Payakumbuh |
| Koordinat | -0.25329750183372496,100.61050941113587 |
| Izin Operasional | 421.4/539/PSLB-2018 |
| Kurikulum | Kurikulum 2013 |
| Akreditasi | C |
| slbtunanetrapayakumbuh@gmail.com |
Pada awalnya YPPLB Kab. Lima Puluh Kata ini menyelenggarakan pendidikan untuk anak-anak tunanetra. Hal ini dilakukan agar sekolah lebih fokus dan dapat memenuhi semua kebutuhan yang diperlukan oleh peserta didik tunanetra baik dari segi fasilitas sekolah, alat tulis, buku, media dan alat pembelajaran serta kebutuhan untuk pengembangan diri peserta didik. Sampai saat ini semua fasilitas, peralatan dan buku yang ada di sekolah sudah dikhususkan bagi peserta didik tunanetra.
Mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) sampai dengan Sekolah Menengah Umum (SMU). Mengumpulkan murid tidaklah mudah, karena belum adanya kesadaran masyarakat terutama orang tua mengenai pentingnya pendidikan bagi anak cacat. Dengan dijanjikan bahwa pendidikan yang diadakan gratis, demikian juga tempat tinggal, makan, dan kebutuhan pribadi semuanya ditanggung oleh yayasan, maka mulailah orang tua mengirim anak-anak mereka untuk tinggal di panti dan bersekolah di SLB-A Payakumbuh.
Dengan semakin berkembangnya SLB A Payakumbuh, pada tahun 2018 yayasan menerima wakaf tanah dan bangungan dari Ibu Ratnasari Harun Zain mulailah SLB A Payakumbuh menerima peserta didik dengan kebutuhan khusus lainnya seperti tuna grahita dan autis. Hal ini dilakukan kareana banyaknya permintaan dari masyarakat disekitar SLB A Payakumbuh. Pada awal tahun 2019, SLB A Payakumbuh menerima anak mengalami kesulitan belajar, dimana lokasi yang dipilih adalah Jorong Tigo Balai Kenagarian Lubuak Batingkok Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota.